Kiat- Kiat Menulis Karya Ilmiah Bebas Plagiasi


Cara Mudah Menulis Karya Ilmiah Bebas Plagiasi
Narinda Niken Permatasari
D-IV Gizi/ 1B
narindapermatasari@gmail.com

Karya tulis ilmiah merupakan produk kegiatan ilmiah, tulisan yang membahas permasalahan dan sebagai sarana komunikasi yang berbentuk tulisan dengan standart penulisan yang telah ditetapkan dan telah disepakati (Wasmana, 2011). Panduan Karya tulis ilmiah dianggap penting, karena setiap penelitian memerlukan karya tulis ilmiah ini, tidak hanya itu juga penting dalam pembuatan skripsi.
Plagiat adalah perbuatan sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh karya ilmiah sengan mengutip sebagian maupun seluruh karya dan karya ilmiah tersebut diakui sebagai miliknya tanpa memberikan sumber secara tepat, jelas dan memadai. (Trianggono, M. 2012). Plagiasi merupakan perbuatan yang buruk yang sebaiknya dihindari dalam pembuatan suatu karya ilmiah maupun skripsi, karna akan memberikan dampak yang buruk bagi plagiator maupun penulis aslinya.
Sebagai contoh plagiasi baik makalah, skripsi, tesis, dll dilakukan oleh pihak- pihak yang tidak bertanggung jawab dan hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa menghargai jerih payah dan hasil usaha orang yang telah melakukan pembuatan karya tulis tersebut (Trianggono, M. 2012). Pihak pembuat yang bersusah payah dengan melakukan banyak penelitian dan observasi yang dilakukan tidak hanya sehari dua hari merasa dirugikan oleh seorang plagiator ini.
Dalam penulisan karya ilmiah dimulai dari tahap perencanaan draf, penulisan draf, penyuntingan draf, dan publiksi. Aspek yang perlu diperhatiakan dalam penulisan makalah seperti sistematika, Teknik, format, kaidah kebahasaan. Sistem penulisan mencakup bagian awal yang berisi sampul, kata pengantar, dan daftar isi. Sedangkan bagian inti mencakup pendahuluan, pembahasan, dan penutup. Bagian akhirnya terdapat dafrar rujukan dan lampiran jika memang diperlukan (Widyartono, D., 2017). Karya ilmiah juga bisa dilakukan dengan mementukan tema, kemudian baru judul atau draf.
Menulis karya tulis ilmiah tidak sembarangan, harus mengikuti kaidah yang telah ditetapkan. Langkah pertama membuat karya tulis ilmiah harus menentukan judul atau rumusan masalah. (Wasmana, 2011). Rumusan masalah bertujuan untuk memudahkan kita dalam mencari artikel, jurnal maupun buku yang memuat topik- topik yang menyangkut tentang rumusan masalah yang kita buat. Contohnya adalah artikel yang berjudul asupan makanan bagi penderita diabetes melitus, itu nanti kita hanya mencari jurnal, artikel, atau buku yang mencakup tentang hal tersebut. Mencari jurnal, artikel dapat dilakukuan di google scholar, garuda ristekdikti, researchgate, doaj.
(PN Kementrian, 2010) Dalam peraturan kementrian pasal 1 tentang plagiasi, disebutkan bahwa:
1.      Pengertian plagiat
2.      Pengertian plagiator
3.      Pencegahan plagiat merupakan tindakan preventif yang dilakukan oleh pimpinan perguruan tinggi agar tidak terjadi plagiasi dalam suatu perguruan tinggi
4.      Penaggulangan plagiat adalaah tindakan pimpinan untuk menjatuhkan sanksi kepada plagiator untuk mengembalikan kredibilitas kampus
5.      Gaya selingkung yang merupakan pedoman tata cara penulisan karya ilmiah
6.      Pengertian karya ilmiah adalah karya akademik yang dibuat dalam bentuk tertulis dan dipresentasikan
7.      Pengertian karya
8.      Perguruan tinggi
9.      Pimpinan perguruan tinggi
10.  Pemimpin perguruan tinggi
11.  Senat akademik/ organ lain yang sejenis
12.  Menteri adalah Menteri Pendidikan Nasional
Setelah menemukan artikel, jurnal yang terdapat pada alamat web yang disebutkan diatas maupun buku yang dapat menjadi referensi, barulah kita menggabungkan semuanya. Tak lupa agar tidak dianggap plagiasi gunakan kutipan langsung maupun tidak langsung. Kutipan langsung ada 3 macam, tetapi yang biasa digunakan adalah kutipan ringkas kurang dari 40 kata, kutipan langsung ditulis dengan menggunakan tanda kutip dan ditulis persis aslinya (Widyartono, D., 2018:18). Ada juga kutipan tidak langsung yang hanya mengutip ide saja. Kutipan tersebut ditulis dengan kalimat yang berbeda dari yang ada di web aslinya tanpa pengubah ide. Kutipan ini sering digunakan untuk D-IV maupun sarjana. Hal tersebut terdapat dalam (Widyartono, D., 2018:21).
Tulis artikel sesuai dengan yang diperintahkan dengan menggabungkan berbagai hasil dari jurnal, artikel dan buku dengan urutan yang sesuai. Artikel ditulis dengan opini dari diri sendiri kemudian ditegaskan dengan kutipan dari yang anda cari tadi.  Opini dan kutipan harus nyambung. Setelah mengetik dan mengutip sampai selesai dan menjadi beberapa halaman barulah anda cek plagiasinya dalam htpp://www.plagscan.com/seesources/search.php? atau smallseotools.com/plagiarism-checker. Apabila menggunakan aplikasi ini htpp://www.plagscan.com/seesources/search.php? diketahui berapa jumlah kemiripan dengan web lain sedangkan apabila menggunakan smallseotools.com/plagiarism-checker akan diketahui berapa persen keunikan artikel yang anda buat, semakin tinggi keunikan berarti artikel anda bebas dari plagiasi (Widyartono, D., 2017).
Model pembelajaran blended learning tepat digunakan dengan karakter mahasiswa pada zaman sekarang yang merupakan generasi digital. Mahasiswa digital perlu mengolah informasi elektronik agar tidak terjebak dalam plagiarisme, yang kini marak terjadi dalam pembuatan karya ilmiah maupun skripsi (Widyartono, D., 2017). Dalam pembelajaran blended learning ini mahasiswa diberikan tugas membuat artikel dengan baik dan benar serta menggunakan aturan yang telah ditetapkan kemudian mempublikasikannya pada blogger atau semacamnya.
Langkah terakhir dalah penulisan daftar rujukan, yang tidak kalah pentingnya karena merupakan bukti bahwa kita telah mengutip dari jurnal apa, artikel apa dan buku karangan siapa. Membuat daftar pustaka ini juga ada aturannya. (Widyartono, D., 2018:68) mengungkapkan bahwa ada berbagai macam menulis daftar rujukan sesuai dengan media yang dikutip. Media tersebut yaitu media cetak, media elektronik. Media cetak  meliputi buku, jurnal, koran/ majalah, dokumen resmi tanpa penulis atau tanpa lembaga, lembaga/ institusi, karya terjemahan, dll sedangkan media elektronik meliputi blog, situs, CD/DVD/ removable disk, artikel/ jurnal online, jejaring sosial, surat elektronik, dll.

DAFTAR RUJUKAN

Kementrian P. N, 2010. Permendiknas No 17 tahun 2010 tentang pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi, (http://idr.uin-antasari.ac.id/479/1/Permendiknas-no.-17-tahun-2010-tentang-Pencegahan-Plagiat.pdf) diakses pada 8 Oktober 2018.
Trianggono, M. 2012. Kebijakan Formulasi Sanksi Pidana Terhadap Tindak Pidana Penjiplakan (plagiat) Karya Tulisa tau Skripsi, (http://eprints.ums.ac.id/18106/) diakses pada 8 Oktober 2018.

Wasmana, 2011.  Penulisan Karya Ilmiah, (https://dosen.ikipsiliwangi.ac.id/wp-content/uploads/sites/6/2018/03/MODUL-PENULISAN-KARYA-TULIS-ILMIAH.pdf). Diakses pada 7 Oktober 2018.

Widyartono, D., 2018. Panduan Menulis Karya Ilmiah Di Perguruan Tinggi Edisi Revisi. Malang: Universitas Negeri Malang.

Widyartono, D., 2017. Implementasi Pindai Plagiasi Secara Sambung Jaring pada Karya Tulis Ilmiah Siswa SMA, (https://www.researchgate.net/publication/320554874_IMPELEMENTASI_PINDAI_PLAGIASI_SECARA_SAMBUNG_JARING_PADA_KARYA_TULIS_ILMIAH_SISWA_SMA). Diakses pada 8 Oktober 2018.
Widyartono, D., 2017. Model Pembelajaran Menulis Kutipan Berbasis Blended Learning, (https://www.researchgate.net/profile/Didin_Widyartono/publication/320554079_MODEL_PEMBELAJARAN_MENULIS_KUTIPAN_BERBASIS_BLENDED_LEARNING/links/59ec13240f7e9bfdeb704ddc/MODEL-PEMBELAJARAN-MENULIS-KUTIPAN-BERBASIS-BLENDED-LEARNING.pdf?origin=publication_detail). Diakses pada 8 Oktober 2018.

Komentar

Postingan Populer