Artikel Gizi


Asupan Gizi Untuk Penderita Diabetes Melitus
Narinda Niken Permatasari
D-IV Gizi Malang

Diabetes melitus merupakan penyakit kelebihan glukosa dalam tubuh dan dikenal sebagai penyakit keturunan di Indonesia. Pendapat lain dari (Departemen Kesehatan Pharmaceutical Care untuk Diabetes Melitus, 2005) bahwa diabetes melitus adalah gangguan metabolisme tubuh dengan kenaikan glukosa akibat penurunan sekresi insulin oleh sel pancreas. Diabetes melitus memiliki keluhan klasik berupa polyuria, polydipsia, penurunan berat badan dll. Serta keluhan lain berupa badan lemas, mata kabur, kesemutan dll. Dijelaskan oleh (Kusumadewi, S., 2009).
Penderita diabetes melitus juga harus mengkonsumsi makanan yang seimbang. Penderita diabetes melitus memerlukan nutrisi dengan komposisi karbohidrat 60-70%, protein 10-15%, dan lemak 20-25% dikatakan (Waspadji, S., Sukardji, K. & Octarina, M. 2002). Menurut Almatsier, S. (2004:142) dianjurkan makan dengan makanan sumber karbohidrat kompleks, protein rendah lemak, lemak yang mudah dicerna tubuh dengan pemasakan yang sesuai.
Penderita diabetes juga banyak dialami oleh orang yang kurang aktivitas fisik dan suka dengan makanan manis. (Syamsiyah, N., 2017) mengatakan bahwa orang yang mengkonsumsi serat rendah dan kurangnya aktivitas fisik akan beresiko lebih tinggi mengalami diabetes melitus, yang sering terjadi pada ibu rumah tangga. Pola makanan dan nutrisi berpengaruh terhadap timbulnya diabetes melitus. (Sumangkut, S., Supit, W., & Onibala, F., 2013).
Kurangnya pengetahuan akan makanan apa yang cocok dikonsumsi oleh penderita maupun keturunannya sangat berpengaruh terhadap pertambahan penderita diabetes melitus. Konseling bersama ahli gizi diperlukan oleh penderita diabetes, karena penyakit ini berhubungan dengan gaya hidup pasien. Tak hanya konseling, penderita diabetes melitus perlu peran serta keluarga, teman dan lingkungan. Merurut (Juhartini, J., 2018).
Orang Indonesia biasanya mengkonsumsi nasi, bukannya tidak boleh tapi penderita diabetes hanya harus menggurangi konsumsi nasi apalagi nasi putih. Penderita diabetes melitus harus mengkonsumsi makanan dengan menu yang seimbang contohnya nasi, ikan tenggiri goreng, sayur asem, lalap, ketimun dan apel berikut pernyataan (Wiardani, N.K., Nyoman, S., Yusi, S.,2012).
Makanan yang baik bagi penderita diabetes adalah makanan yang kadar glukosanya rendah dan glukosanya tidak cepat diserap tubuh. Dikatakan oleh (Putri, N. & Isfandiari, M., 2013) bahwa indeks glikemik rendah makanan mampu mengendalikan kadar glukosa darah bagi penderita diabetes milletus. (Avianty, S. & Ayustaningwarno, F.,  2014) berpendapat bahwa makanan yang berbahan baku ubi jalar dan kedelai dapat menjadi makanan alternatif.
Tak hanya mudah didapatkan ubi jalar juga mengandung karbohidrat kompleks yang dapat meenggantikan nasi putih. Pendapat (Avianty, S. & Ayustaningwarno,F. , 2014) mengatakan bahwa konsumsi karbohidrat kompleks 50% total kalori akan meningkatkan dan memperbaiki pembakaran glukosa di jaringan perifer dan sel β pancreas.
Kedelai juga digunakan sebagai makanan pengganti untuk diabetes melitus. (Avianty, S. & Ayustaningwarno,F. , 2014) berpendapat bahwa kedelai mengandung indeks glikemik rendah, isoflavone dan antosianin untuk penetral radikal bebas bagi penderita diabetes melitus.
Kentang, talas, singkong juga dapat digunakan sebagai makanan pengganti nasi, karena kadar glukosanya lebih sedikit dan mengenyangkan. Di dalam Almatsier, S., (2009:35) mengatakan bahwa pati merupakan polisakarida, dan kandungan pati pada kentang, talas, singkong lebih sedikit daripada nasi.
Penderita diabetes juga sebaiknya mengkonsumsi daging yang tanpa lemak atau ayam tanpa kulit. Penderita diabetes lebih memerlukan konsumsi lemak dari bahan nabati dan lebih sedikit lemak dari bahan hewani (Lanywati, E., 2001).
Buah- buahan untuk penderita diabetes pun diharapkan dimakan langsung dan tidak berlebihan dalam mengkonsumsi buah – buahan yang manis. Semisal di jus tidak diberi tambahan gula. Hal tersebut dijelaskan oleh (Wirakusumah, E., 2006) bahwa banyak manfaat buah dan sayuran yang dapat mencegah dan menyembuhkan penyakit diabetes melitus. Jadi, sayang sekali jika tidak mengkonsumsi buah dan sayur.
Sorgum juga merupakan makanan pengganti bagi diabetes melitus namun keberadaannya yang masih jarang membuanya lebih mahal. Sorgum sering digunakan menjadi snack bar. Kandungan antioksidan pada sorgum bermanfaat bagi penderita diabetes melitus, dan dapat dibuat selingan berupa snack bar hal tersebut diungkapkan oleh (Isdamayani, L. & Panunggal,B. 2015).
Susu juga penderita diabetes boleh mengkonsumsinya dengan merk tertentu, yang sudah diberi takaran khusus bagi penderita diabetes milletus. Susu tanpa lemak adalah susu yang cocok dikonsumsi bagi penderita diabetes melitus. (Dini, C., Sabila, M., & Habibie, I., 2018)
Penderita diabetes harus mengurangi konsumsi gula, karena gula mengandung kadar glukosa yang sangat tinggi, hanya mengurangi bukannya tidak sama sekali. Sekarang sudah ada gula untuk penderita diabetes melitus. Menurut (Raini, M. & Isnawati, A., 2011) berpendapat bahwa daun stevia merupakan pemanis alami yang dapat digunakan sebagai pengganti gula pasir.
Sekarang banyak sekali orang yang menderita penyakit diabetes melitus, dari keturunan maupun pola hidup mereka yang tidak sehat. Ada banyak makanan yang dapat menggantikan fungsi nasi sebagai sumber karbohidrat dan tidak semua makanan dilarang untuk penderita diabetes ini. Walaupun menderita diabetes milletus tetap harus mengkonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang, sehingga tidak terganggunya fungsi kerja tubuh.


DAFTAR RUJUKAN

Almatsier, S. 2004. Penuntun Diet edisi baru. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Almatsier, S. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Avianty, S. & Ayustaningwarno,F. , 2014. Indeks Glikemik Snack Bar Ubi Jalar Kedelai Hitam sebagai Alternatif Makanan Selingan Penderita Diabetes Melitus Tipe 2,(https://www.researchgate.net/publication/276146159_Kandungan_Zat_Gizi_dan_Tingkat_Kesukaan_Snack_Bar_Ubi_Jalar_Kedelai_Hitam_Sebagai_Alternatif_Makanan_Selingan_Penderita_Diabetes_Melitus_Tipe_2) diakses 9 September 2018.

Departemen Kesehatan Pharmaceutical Care untuk Diabetes Miletus,2005. Pharmaceutical care untuk penyakit Diabetes Mellitus, (https://s3.amazonaws.com/academia.edu.documents/40771315/jurnal_kesehatan_DM_epid_non.PDF?AWSAccessKeyId=AKIAIWOWYYGZ2Y53UL3A&Expires=1536661359&Signature=GzJrM2fNHg%2BJGlHHmp9FtqhCkpM%3D&response-content-disposition=inline%3B%20filename%3DJurnal_kesehatan_DM_epid_non_PDF.pdf) diakses 9 September 2018.

Dini, C., Sabila, M., & Habibie, I., 2018. Asupan Vitamin C dan E Tidak Mempengaruhi Kadar Gula Darah Puasa Pasien DM Tipe 2, (http://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn/article/download/222/208) diakses 10 September 2018.
Isdamayani, L. & Panunggal,B. 2015. Kandungan Flavonoid, Total Fenol, dan Antioksidan Snack Bar Sorgum sebagai Alternatif Makanan Selingan Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2, (http://eprints.undip.ac.id/47116/) diakses 11 September 2018.
Juhartini, J., 2018. Hubungan Antara Frekkuensi Pemberian Konsultasi Gizi dengan Kepatuhan Diet dan Kadar Gula Darah pada Diabetes Melitus Tipe 2 di Unit, (http://ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/jrk/article/download/2907/583) diakses 9 September 2018.

Kusumadewi, S., 2009. Aplikasi Informatika Medis untuk Penatalaksanaan Diabetes Melitus secara Terpadu,

(http://www.jurnal.uii.ac.id/Snati/article/download/1175/1003) diakses 9 September 2018.
Lanywati, E., 2001. Diabetes Melitus, Penyakit Kencing Manis,
(https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=hmUGAYtFay0C&oi=fnd&pg=PA3&dq=Penderita+diabetes+juga+sebaiknya+mengkonsumsi+daging+yang+tanpa+lemak+atau+ayam+tanpa+kulit.+Penderita+diabetes+lebih+memerlukan+konsumsi+lemak+dari+bahan+nabati+dan+lebih+sedikit+lemak+dari+bahan+hewani&ots=FuAZwHYjI2&sig=VAVRCuawpkGTbzFeRKxaCw70yX8&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false) diakses 11 September 2018
Putri, N. & Isfandiari, M., 2013. Hubungan Empat Pilar Pengendalian DM Tipe 2 dengan Rerata Kadar Gula  Darah, (http://www.journal.unair.ac.id/filerPDF/jbed89640f867full.pdf) diakses 11 September 2018.

Raini, M. & Isnawati, A., 2011. Khasiat dan Keamanan Stevia sebagai Pemanis Pengganti Gula,

(https://scholar.google.co.id/citations?user=8UIA2D4AAAAJ&hl=id&oi=sra) diakses 11 September 2018.
Septianingrum,E., Liyanan, L., Kusbiantoro, B., 2016. Review Indeks Glikemik Beras: Faktor- Faktor yang Mempengaruhi dan Keterkaitannya terhadap Kesehatan Tubuh, (http://journals.ums.ac.id/index.php/JK/article/download/3434/2174) diakses 9 September 2018.
Sumangkut, S., Supit, W., & Onibala, F., 2013. Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 Di Poli Interna Blu RSUP. Prof Dr. RD Kandou Manado, (https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jkp/article/view/2235) diakses 9 September 2018.
Syamsiyah, N., 2017. Faktor Risiko Kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 Pada wanita di Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan Tahun 2014,
(http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/25714/1/NAJAH%20SYAMIYAH.pdf), diakses 9 September 2018.
Waspadji, S., Sukardji, K. & Octarina, M. 2002. Pedoman Diet Diabetes Melitus,
(https://www.scribd.com/document/381214747/BUKU-AJAR-pdf) diakses 9 September 2018.
Wiardani, N.K., Nyoman, S., Yusi, S.,2012. Indeks Glikemik Menu Makanan Rumah Sakit dan Pengendalian Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus Rawat Inap Di RSUP Sanglah Denpasar, (http://www.poltekkes-denpasar.ac.id/files/JSH/V9N1/Ni%20Komang%20Wiardani1,%20Ni%20Nyoman%20Sariasih2,%20Yusi%20Swandari3%20JSH%20V9N1.pdf) diakses 10 September 2018.
Wirakusumah, E., 2006. Jus Buah & sayuran:148 Resep Jus untuk Menjaga Kesehatan dan Kebugaran Anda,
(https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=ua2KAAfSvi8C&oi=fnd&pg=PA3&dq=Wirakusumah,+2006&ots=9BoQ-aJkbE&sig=QfuArAzmdAhomcXjf-yhT5FkDBY&redir_esc=y#v=onepage&q=Wirakusumah%2C%202006&f=false) diakses 10 September 2018.




Komentar

Postingan Populer